VILLA ACALA
2015-01-21

 

Villa pribadi yang dikelola dengan estate management, semakin ekslusif karena berada di kawasan yang menjadi icon dunia

Sebagai daerah tujuan wisata favorit sejak lawas, pesona yang ditawarkan Bali seakan tidak pernah luruh. Selain natura yang aduhai, kultur masyarakat dengan julukan Pulau Dewata tersebut diyakini memiliki magnet tersendiri bagi para wisatawan yang berkunjung ke Bali.

Status inilah yang pada akhirnya mendorong pergerakan bisnis di Bali tumbuh secara signifikan termasuk industri propertinya. Sebab, sebagai destinasi wisata, kebutuhan akan tempat tinggal atau pesanggrahan mutlak dibutuhkan sebagai sarana pendukung para wisatawan yang berkunjung ke sini. Maka bias dimaklumi, dalam kondisi kekinian, daerah dengan luas wilayah 5.636,66 tersebut terus dibanjiri berbagai proyek property seperti perumahan, hotel maupun villa.

PT Alam Sutera, Tbk adalah satu dari sekian banyak pengembang yang menguasai lahan untuk kemudian menggarapnya dengan motivasi komersial. Lewat anak usahanya, PT Garuda Adhimatra Indonesia (GAIN) – pengembang Garuda Wisnu Kencana Cultural Park (GWK) yang diakuisisi sejak2012 lalu, Alam Sutera terdorong untuk mencoba peruntungannya di Bali.

Sebagai pengembangan tahap pertama,akan dibangun sebanyak 31 unit hunian ekslusif di atas lahan seluas 2 hektar dengan konsep Villa Residential, lengkap dengan fasilitas dalam satu kompleks pengembangan, bertajuk Acala. Villa ini berlokasi di Jalan Raya Ungasan, Komplek Garuda Wisnu Kencana Cultural Park (GWK), Bali. Untuk mewujudkan pembangunan proyek perdana sekaligus masterpiece di Bali tersebut, Alam Sutera telah menginvestasikan dana sebesar Rp70 miliar yang berasal dari kas internal perusahaan.

Alam Sutera mengembangkan Acala di Bali dikarenakan beberapa faktor. Pertama, pesona Bali yang masih menjadi salah satu daerah wisata paling dituju di Indonesia. Serta, kebutuhan akan hunian yang cukup tinggi, khususnya di sekitar kawasan GWK, sementara pasokan masih terbatas. Sebagai residential villa, Acala berbeda dengan villa hotel atau villatel. Acala lebih ekslusif dan private, sebab jumlah unitnya terbatas dan bisa kapan saja disinggahi karena konsepnya yang berfungsi sebagai hunian. Sementara dari sisi investasi juga cukup prospektif, terletak di dalam kawasan GWK yang telah menjadi icon dunia dengan patung raksasa Dewa Wisnu.

 

Kemewahan Tradisional Bali dan Modernitas Berkelas

 Villa Acala yang nantinya dikelola oleh estate management Alam Sutera, terdiri atas 2 pilihan, yaitu Type Angsoka dengan luas tanah 451 sqm dan bangunan 294 sqm serta Type Ardaya dengan luas tanah 510 sqm dan bangunan 304 sqm. Setiap unit yang ditawarkan dengan semi furnished ini terdiri atas 2 lantai plus 1 lantai basement yang berfungsisebagai car port. Sementara fasilitas lain yang ditawarkan berupa one gate system, CCTV, Security system 24 jam, jogging track serta optional area berupa private pool seluas 32 sqm. Adapun, harga yang ditawarkan mulai dari Rp5 miliar sampaidengan Rp10 miliar.

Acala yang lokasinya persis di sebelah barat GWK tersebut semakin berkelas karena

memadukan desain tradisional Bali dengan sentuhan modern minimalis. Fusi ini terlihat mulai dari atap yang berbentuk limasan hingga facade yang di dominasi dengan bentuk kotak serta garis-garis. Yang menarik, tidak seperti rumah kebanyakan yang menghadap utara selatan, semua unit villa di Acala menghadap satu sisi membujur dari timur barat. Posisi ini membuat para penghuni

Acala dapat melihat langsung prosesterbenamnya matahari atau sunset view.

Sesuai namanya, Acala yang berarti bukit dalam bahasa sanksekerta ini berada di puncak bukit Ungasan. Posisi yang berada di ketinggian tersebut menjadikan Acala selangkah lebih unggul karena dapat secara langsung melihat panorama Bali secara keseluruhan. Tak hanya itu, selain keberadaannya yang masuk dalam kawasan taman budaya GWK, kelebihan yang ditawarkan Acala adalah lokasinya yang strategis karena dekat dengan Bandara Internasional Ngurah Rai, Tol Nusa Dua serta lokasi wisata seperti Pantai Pandawa, Pantai Dreamland, Pantai Padang-padang, Pura Uluwatu dan berbagai destinasi wisata lainnya.

 

Dengan konsep yang terbilang berbeda dan lokasinya prosepektif, Acala akan menjadi alternatif hunian baru di Bali yang cukup potensial. Progress pembangunan Acala saat ini sudah memasuki tahap pengembangan infrastruktur seperti jalan dan fasilitas bawah tanah untuk air dan listrik. Acala ditawarkan dengan Status Hak Guna Bangunan Murni. Acala tidak dipasarkan layaknya properti-properti mewah lainnya. Tetapi lebih soft dengan penjualan ekslusif. Salah satunya tidak melakukan launching. Kepada para pembeli, Acala juga ditawarkan dengan beragam cara pembayaran. Mulai dari hard cash dan bertahap, KPR DP 50% yang dapat dicicil selama 12 X, hingga instalment mulai dari 6 X, 12 X serta 15 X.